Indonesia Keluarkan Resolusi Perdamaian Afghanistan di DK PBB

Indonesia sudah mencapai triwulan pertama sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Selama tiga bulan pertama menjabat, Indonesia berhasil mengeluarkan resolusi mengenai perpanjangan mandat misi UNAMA untuk perdamaian Afghanistan.

"Selama tiga bulan ini sudah banyak sekali yang dicapai, salah satunya kita (Indonesia) berhasil mengeluarkan Resolusi DK PBB 2460, mengenai perpanjangan mandat misi PBB di Afghanistan," ucap Direktur Jenderal Multilateral Kemenlu RI Febrian Ruddyard, di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Febri mengatakan Indonesia memimpin pembahasan mengenai perdamaian di Afghanistan ini bersama dengan Jerman. Resolusi DK PBB 2460 ini sudah disahkan secara konsensus pada 15 Maret 2019.

Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi co-sponsor Resolusi DK PBB 2457 mengenai upaya perdamaian dan keamanan di Afrika pada 27 Februari lalu. Resolusi ini, kata Febri, selaras dengan prioritas keanggotaan Indonesia di DK PBb untuk memperkuat ekosistem atau geopolitik perdamaian dan stabilitas global.

Indonesia juga berhasil memasukkan elemen pembinaan masyarakat sipil oleh Misi Perdamaian PBB dalam Resolusi DK PBB untuk Sudan Selatan (UNMISS).

"Indonesia juga memprakarsai pernyataan pers DK PBB mengenai aksi-aksi terorisme di Afghanistan, Filipina, Iran, India, dan Selandia Baru," imbuhnya.

Sejak kampanye, Indonesia selalu menyampaikan akan membawa isu Palestina jika menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Memenuhi kampanye tersebut, pada 22 Januari 2019, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara mengenai Palestina di Sidang DK PBB tentang Timur Tengah.

Menlu Retno juga melakukan kunjungan ke kemah pengungsi Palestina di Amman, Yordania. Indonesia juga melakukan penandatanganan perjanjian pemberian bantuan kemanusiaan melalui UNRWA, lembaga kemanusiaan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina.

Jumlah bantuan yang diberikan Indonesia sebanyak USD1 juta. Indonesia juga melakukan pelatihan peningkatan kapasitas bagi warga Palestina.

Pada Mei 2019 nanti, Indonesia akan memegang keketuaan DK PBB selama sebulan. Indonesia mengambil tema penjaga perdamaian dalam keketuaan nanti. Tema diambil karena sama dengan visi Indonesia menjadi mitra perdamaian dunia.