Tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Dialihkan ke MINUSCA

Arah - Pemerintah memandang perlu mengalihkan penugasan Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit Polri dari United Nations Mission in the Republic of South Sudan (UNMISS) ke United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic (MINUSCA).

Pengalihan penugasan ini dengan pertimbangan dinamika kebijakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Atas pertimbangan tersebut pada 12 Maret 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengalihan Penugasan Kontingen Garuda Bhayangkara Pada UNMISS ke MINUSCA. Keppres ini mulai berlaku pada 12 Maret 2019.

Pengalihan penugasan sebagaimana dimaksud meliputi personel, peralatan, perlengkapan, dan pendanaan,î bunyi Pasal 1 ayat (2) Keppres ini.

Berdasarkan Keppres, Menteri Luar Negeri berkoordinasi dengan PBB dalam mendukung penyiapan, pelaksanaan dan pengakhiran tugas Kontingen Garbha Satgas FPU Polri MINUSCA.

Sementara Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melaksanakan penyiapan, pengiriman, dan pemulangan Kontingen Garbha Satgas FPU Polri MINUSCA. Selain itu juga pelaporan pelaksanaan tugas Kontingen Garbha Satgas FPU Polri MINUSCA kepada Presiden setiap 6 bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Pendanaan yang diperlukan Kontingen Garbha Satgas FPU Polri MINUSCA dibebankan pada APBN anggaran Kepolisian RI, dan PBB.

Kontingen Garbha Satgas FPU Polri MINUSCA melaksanakan tugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai permintaan PBB dan Keputusan Pemerintah RI,î bunyi Pasal 5 Keppres ini.