Indonesia Tingkatkan Partisipasi Perempuan pada Misi Perdamaian PBB

JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya akan mendorong keterlibatan perempuan sebagai peacekeepers untuk setiap misi perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa.

Hal ditunjukkan dengan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan lebih dari 25 personel kepolisian (Individual Police Officers/IPO) perempuan ke berbagai Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB (MPP PBB)

Indonesia juga siap memfasilitasi pelatihan female peacekeepers dari negara-negara di kawasan.

Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB untuk Misi Perdamaian (USG) Jean-Pierre Lacroix, Retno juga menyatakan komitmen Indonesia untuk meningkatkan peran aktifnya dalam UN Peacekeeping.

"Indonesia juga siap berkontribusi dalam pengiriman peacekeepers ke Yaman," kata Retno dalam perbincangan dengan Lacroix, di sela-sela Debat Terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), di New York, AS, Selasa (22/1).

Melalui keterangan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI, USG mengapresiasi kontribusi aktif Indonesia, terlebih lagi dengan pengiriman satu batalion yang terdiri dari 850 personel ke Republik Demokratik Kongo (MONUSCO).

Indonesia senantiasa memperkuat inisiatif PBB guna memberikan solusi tepat dalam menghadapi tantangan terkini terhadap perdamaian dan keamanan.

Menanggapi hal ini, Retno juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengirim satu unit satuan kepolisian yang terdiri dari 140 personel ke Republik Afrika Tengah (MINUSCA) pada 2019.

Ke depannya, Indonesia mengharapkan terdapat penyesuaian kebijakan dan cara kerja PBB dalam mendorong peningkatan peran perempuan dalam peacekeeping operations," ujar Retno.

Dia juga mendorong PBB untuk membangun sejumlah inovasi di antaranya dengan mempertimbangkan co-deployment dan pengunaan alusista dari negara kontributor personel.

Salah satu bentuk lain komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan, Indonesia akan mengangkat tema ìpeacekeeping" pada saat presidensi Indonesia di DK PBB pada bulan Mei 2019, dengan fokus pada pelatihan dan peningkatan kapasitas personel.

Pelatihan dan peningkatan kapasitas dipandang penting untuk mendukung kinerja UN Peacekeeping serta menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan profesionalitas peacekeepers asal Indonesia.

Indonesia pada bulan November 2018 menempati peringkat ke-7 dari 124 negara kontributor MPP, dengan jumlah 3.545 personel yang ditugaskan ke 8 misi UN Peacekeeping, dimana 94 di antaranya merupakan personel perempuan.

Indonesia juga berencana untuk mencapai visi pengiriman 4.000 peacekepeers di akhir tahun 2019 yang didukung peningkatan jumlah peacekeepers perempuan.